Bahan Kimia Obat (BKO)

Bahan Kimia Obat (BKO) di Dalam Obat Tradisional

Menurut Aspan (2004), peran BPOM dalam mendukung industri obat berbahan alami diharapkan dapat meningkatkan gairah perkembangan bisnis obat herbal karena potensinya yang cukup besar. Pengembangan dan pemanfaatan obat herbal dalam pelayanan kesehatan masyarakat membuka kesempatan kepada produsen untuk mengembangkan produknya ke arah fitofarmaka.

 

Sebagai tindakan serta aksi dalam melindungi masyarakat dari produk obat tradisional yang tidak memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan manfaat, maka BPOM melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan sesudah beredar di masyarakat. Sebelum beredar, produk didaftarkan di BPOM guna dievaluasi terhadap aspek mutu, keamanan, dan manfaat. Apabila telah memenuhi persyaratan tersebut, maka akan diberikan persetujuan, sehingga produk yang diuji dapat beredar di masyarakat. Sementara itu, BPOM perlu melakukan survei dan monitoring dengan mengamati parameter efek samping, kegiatan yang merugikan, serta periklanan dan promosi. Semua kegiatan yang dilakukan oleh BPOM bertujuan untuk melindungi masyarakat dari terkena gangguan yang diakibatkan bahan kimia.

Sampai saat ini, BPOM masih menemukan beberapa produk obat tradisional yang di dalamnya dicampuri bahan kimia obat (BKO). Dan, BKO yang terkandung di dalam obat tradisional inilah yang menjadi selling point bagi produsen. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengonsumsi bahan kimia obat secara tidak terkontrol, baik dalam dosis maupun cara penggunaannya.

Terkadang, konsumen “termakan iklan” dan tidak menyadari adanya kontraindikasi penggunaan beberapa bahan kimia bagi penderita penyakit tertentu di dalam obat tradisional yang dibelinya. Tentunya, hal tersebut sangat membahayakan.

Secara berkesinambungan, BPOM melakukan pemeriksaan terhadap obat tradisional melalui inspeksi pada sarana distribusi serta pengawasan produk yang beredar dengan cara mengambil sampel, kemudian diuji di laboratorium khusus. Informasi adanya BKO di dalam obat tradisional juga bisa diperoleh berdasarkan laporan atau pengaduan konsumen maupun laporan dari Yayasan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (Yabpeknas). Menurut akulisfatul.blogspotcom, kandungan BKO pada obat tradisional sering ditemui pada produk di tabel berikut ini.

 

No.

Nama Produk Obat Tradisional

Kandungan Zat Kimia

1 Sesak napas (asma) Teofilin
2 Penambah stamina (obat kuat) Sildenafil sitrat
3 Pelangsing Sibutramin hidroklorida
4 Kencing manis (diabetes) Glibenklamid
5 Pegal linu dan rematik Fenilbtason, antalgin, diklofenak sodium, piroksinkam, parasetamol, prednisone, atau deksametason

 

  1. Sanksi terhadap Pelanggaran

 

Dalam rangka melindungi masyarakat dari bahaya yang diakibatkan oleh penggunaan obat tradisional yang telah dicemari bahan kimia obat (BKO), BPOM RI telah memberikan peringatan keras kepada produsen obat tradisional yang bersangkutan serta memerintahkan untuk segera menarik peredaran produk dan memusnahkannya. Apabila peringatan tersebut tidak ditanggapi, maka BPOM dapat membatalkan izin edar produk yang dimaksud, bahkan bisa mengajukannya ke pengadilan guna diproses secara hukum. Sebab, tindakan produsen dan pihak-pihak yang mengedarkan produk obat tradisional dengan menambah BKO tersebut telah melanggar UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan serta Undang-Undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

 

  1. Cara Mengetahui Ada Tidaknya BKO di Dalam Obat Tradisional

 

Konsumen dapat melakukan pemeriksaan terhadap obat tradisional mengenai ada tidaknya BKO dengan melihat dan mengamati penampilan fisik pada produk herbal. Langkah tepat yang dapat dilakukan secara cepat oleh masyarakat sebagai tindakan kewaspadaan terhadap obat tradisional yang tidak bermu tu dan membahayakan konsumen adalah:

 

  • apabila produk tersebut diklaim dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit atau multikhasiat;
  • bila manfaat atau kerja obat sangat cepat; serta .
  • apabila tidak mencantumkan izin dari Badan Pengawas Peredaran Obat dan Makanan (BPPOM).

 

  1. BKO yang Sering Dicampurkan ke Dalam Obat Tradisional (Herbal)

 

Berikut ini, penulis menyertakan kutipan BKO yang sering dicampurkan ke dalam obat tradisional dan bahayanya bagi kesehatan ke dalam sebuah situs internet (akulisfatul.blogspot. com).

  1. Fenilbutazon …selengkapnya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *