BKO yang sering dicampurkan ke dalam obat tradisional dan bahayanya bagi kesehatan

BKO yang sering dicampurkan ke dalam obat tradisional dan bahayanya bagi kesehatan

  1. Fenilbutazon

Efek samping dari zat tersebut adalah timbul rasa tidak nyaman pada saluran cerna, merasa mual, diare, kadang terjadi pendarahan dan tukak, reaksi hipersensitivitas (terutama angio edema dan bronkospasme), sakit kepala, vertigo, gangguan pendengaran, hematuria, serta banyak lainnya.

 

2. Antalgin (Metampiron) .

Efek samping dari zat ini terjadi terasa setelah dikonsumsi dalam jangka panjang, sehingga dapat menimbulkan granulositosis.

2. Deksametason

Efek samping dari pemakaian deksametason adalah glukokortikoid (meliputi diabetes dan osteoporosis yang berbahaya bagi usia lanjut), terjadi gangguan mental, euphoria, serta miopia. Pada wanita hamil, zat ini dapat mempengaruhi pertumbuhan adrenal anak.

 

3. Prednison

Efek samping dari penyalahgunaan prednison adalah muncul gangguan pada saluran cerna, mual, cegukan, dispepsia, tukak peptik, pankreatitis akut, tukak oesofagus, serta kandidiasis.

4. Teofilin

Efek samping dari mengonsumsi zat im adalah mengalarm takikardia, palpitasi, mual, gangguan saluran cerna, sakit kepala, insomnia, dan aritmia.

5. Hidroklortiazid (HCT)

Efek samping dari mengonsumsi zat ini adalah mengalami hipotensi postural serta gangguan saluran cerna ringan, impotensi (reversible bila pemakaian obat dihentikan), hipokalimia, hipomagncscmia, hiboatremia, Hiberkalscmia, alkalosis, hipokloremik, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, dan meningkatkan kadar kolesterol plasma.

6. Furosemid

Efek samping dari mengonsumsi zat ini adalah mengalami hiponatremia, hipokalemia, hipomagnesia, alkalosis, hipokloremik, ekskresi kalsium meningkat, hipotensi, gangguan saluran cerna, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, serta kadar kolesterol dan trigliserida plasma meningkat.

7. Glibenklamid

Efek samping mengonsumsi zat ini adalah gangguan pada saluran cerna dan sakit kepala.

8. Siproheptadin 

Efek samping dari mengonsumsi zat ini adalah sering merasa mual, muntah, mulut kering, diare, anemia hemolitik, leukopenia, agranulositosis, dan trombositopenia.

9. Chlorpeniramin Maleat (CTM)

Efek samping mengonsumsi CTM adalah mengalami gangguan saluran cerna, efek antimuskarinik, hipotensi, kelemahan otot, tinitus, euphoria, nyeri kepala, stimulasi SSP, reaksi alergi, dan kelainan darah.

10. Parasetamol

Efek samping sering mengonsumsi parasetamol adalah mengalami rumam kulit, kelainan darah, pankreatitis akut, dan kerusakan hati.

11. Diclofenac Sodium

Efek samping dari mengonsumsi zat ini adalah mengalami gangguan pada lambung, sakit kepala, sering gugup, kulit kemerahan, bengkak, depresi, mengantuk tetapi tidak bisa tidur, pandangan kabur, gangguan mata, tinitus, serta pruritus. Untuk yang sudah hipersensitif, maka bisa menimbulkan gangguan pada ginjal dan darah.

12. Sildenafil Sitrat

Efek samping mengonsumsi zat ini adalah mengalami dispepsia, sakit kepala, gangguan pengelihatan, kongesti hidung, priapisme, dan jantung.

13. Sibutramin Hidroklorida

Efek samping dari keseringan mengonsumsi zat ini adalah dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung serta sulit tidur.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah lembaga pemerintah yang selalu terbuka terhadap masyarakat dan selalu berupaya melindunginya dari oknum pelaku kejahatan dalam pemasaran industri obat herbal. Masyarakat dapat menekan penggunaan dan konsumsi obat herbal produk instan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di sekitar sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *