Manfaat Mengkudu

Manfaat Mengkudu

9. Tanaman herbal mengkudu (Morinda citrifolia)

termasuk ke dalam keluarga Rubiaceae. Mengkudu mempunyai nama lokal pace, kudu, cengkudu, kemudu, cangkudu, mengkudu, bengkudu, wangkudu, manakudu, serta bakulu. Nama asing dari mengkudu adalah morinde (Prancis) dan canary wood (Inggris). Efek farmakologis yang didapatkan dari mengkudu adalah melalui buah, daun, dan akarnya.

Kandungan kimia terpenting dari tanaman herbal mengkudu adalah alkaloid (xeronin, yang berfungsi meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein), polisakarida (asam glukoronat dan glikosida), morindin, morindon, algarind-methyleter, serta soranjidol Selain itu, mengkudu mengandung steroid tumbuhan, alizarin, lisin, sosium, caprilic acid, arginin, proxeronin, antraquinones, trace elements, phenilalanin, magnesium, saranjidiol, besi, dan multivitamin.

Mengkudu memiliki efek menghilangkan hawa lembab pada tubuh, meningkatkan kekuatan tulang, pembersih darah, peluruh kencing, peluruh haid, pelembut kulit, obat batuk, obat cacing, pencahar, serta antiseptik. Tanaman herbal mengkudu mempunyai beberapa khasiat dan manfaat. Namun, apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi dalam penggunaannya, maka dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter ataupun herbalis yang berkompeten. Khasiat dan manfaat dari mengkudu antara lain sebagai berikut.

 

  1. Kulit Kaki Pecah-Pecah

Gosokkan buah mengkudu yang telah masak pada kulit kaki yang kasar sampai merata. Diamkan selama kurang lebih setengah jam. Kemudian, bersihkan memakai air hangat. Lakukan setiap hari, yaitu menjelang tidur malam.

 

  1. Ketombe

Cuci tiga buah mengkudu yang telah masak memakai air yang mengalir, kemudian parut. Setelah itu, tambahkan air dan aduk hingga merata. Lalu, usapkan adonan mengkudu pada kulit kepala dan remas-remas ringan hingga merata. Diamkan sampai kering dan meresap pada kulit kepala. Selanjutnya, bilas menggunakan air bersih. Lakukan 3 kali seminggu, sampai rasa gatal dan ketombe hilang.

 

  1. Sembelit

Cuci 2 buah mengkudu yang masak memakai air yang mengalir, kemudian parut. Tambahkan sedikit garam, lalu aduk dan peras dengan penyaring. Minum ramuan 2 kali sehari.

 

  1. Batuk

Siapkan buah mengkudu 1 buah, jeruk nipis 1 buah, dan kapur sirih 3 gram. Cuci bahan-bahan tersebut memakai air yang mengalir. Lalu, kupas mengkudu dan buang isinya. Haluskan buah mengkudu memakai mesin blender dengan menambahkan 2 gelas air, perasan jeruk nipis, dan kapur sirih. Setelah semua bahan tercampur merata, saring dan tambahkan satu sendok makan madu. Minum ramuan 4 kali sehari, setengah gelas per konsumsi.

 

  1. Batuk Reian

Siapkan buah mengkudu 1 gram, daun jintan 10 lembar, serta daun semanggi 10 lembar. Setelahnya, cuci memakai air yang mengalir. Lalu, buang kulit buah mengkudu. Tumbuk atau blender buah mengkudu sampai halus dengan menambahkan segelas air, kemudian saring. Sementara itu, rebus daun jintan dan daun semanggi menggunakan setengah liter air selama 10 menit. Setelah masak, matikan api dan campurkan dengan air mengkudu. Berikan sedikit garam sebagai perasa. Minum ramuan 2-3 kali sehari, masing-masingnya setengah gelas.

 

  1. Beri-beri

Siapkan buah mengkudu 20 gram, buah tomat 20 gram, dan gula merah secukupnya. Cuci buah mengkudu dan tomat memakai air yang mengalir. Kemudian, tumbuk atau blender sampai halus. Setelahnya, saring kedua campuran bahan tersebut dan tambahkan seperempat liter air. Lalu, tambah gula merah secukupnya. Minum ramuan 2 kali sehari.

 

Manfaat Cabe Jawa

Manfaat Cabe Jawa

8. Cabe jawa (Piper retrofractum)

termasuk ke dalam famili tumbuhan Piperaceae. Tanaman ini memiliki lain, yaitu lada panjang, cabean, cabe areuy, cabe sula, cabi jamo, cabe onggu, cabe solah, dan cabai. Efek farmakologi pada cabe jawa diperoleh dari penggunaan seluruh bagian tanamannya yang dikeringkan dengan dianginanginkan. Tumbuhan ini kaya akan berbagai kandungan kimia. Zat yang terkandung dan diketahui pada buahnya adalah zat pedas piperine, minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryophylene, dan 1-quebrachitol. Sedangkan, zat yang terkandung pada akar dan batangnya adalah inulin.

Cabe jawa bersifat dingin, menghilangkan sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, serta mengatur siklus menstruasi. Dalam farmakologi Tiongkok, disebutkan bahwa cabe jawa memiliki rasa pahit, pedas, dan hangat.

Tanaman herbal cabe jawa mempunyai beberapa khasiat dan manfaat. Namun, apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi dalam penggunaannya, maka dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter ataupun herbalisyang berkompeten. Berikut ini adalah khasiat dan manfaat dari cabe jawa.

 

  1. Obat Kuat

Siapkan cabe jawa 10 gram, kapulaga 5 gram, pulai 5 gram, dan sawi langit 5 gram. Cuci semua bahan tersebut memakai air yang mengalir. Setelahnya, rebus menggunakan 300 cc air. Setelah mendidih, angkat dan saring. Sebelum diminum, tambahkan madu sebanyak satu sendok makan. Minum ramuan ini sebelum tidur malam.

 

  1. Gangguan Pencernaan

Cuci buah cabe jawa kering (5 gram) memakai air yang mengalir. Setelahnya, tumbuk sampai halus. Kemudian, seduh menggunakan segelas air panas. Setelah dingin, saring dan tambahkan satu sendok makan madu. Minum ramuan sehari sekali.

 

  1. Sakit Gigi

Cuci daun cabe jawa yang segar sebanyak 5 lembar memakai air yang mengalir, lalu tumbuk. Seduh memakai setengah gelas air panas. Selagi hangat, saring dan gunakan airnya untuk berkumur.

 

  1. Kejang Perut

Cuci daun cabe jawa yang segar sebanyak 3 lembar memakai air yang mengalir, kemudian tumbuk. Setelahnya, seduh memakai satu gelas air panas. Selagi hangat, saring dan tambahkan satu sendok makan madu, kemudian minum satu gelas per hari.

 

  1. Sariawan

Cuci 3 lembar daun cabe jawa segar memakai air yang mengalir, kemudian tumbuk. Setelah halus, seduh menggunakan 1 gelas air panas. Setelah dingin, gunakan untuk obat kumur.

 

9. Manfaat Mengkudu

Manfaat jambu biji

Manfaat jambu biji

7. Tumbuhan herbal jambu biji (Psidium guajava)

adalah keluarga dari Myrtaceae. Nama daerah dari tumbuhan ini adalah jambu klutuk (Jawa), gayawas (Manado), jambu paratulaka (Bugis), Masiambu (Nias), sotong (Bali), dambu (Gorontalo), dan lutu hatu (Ambon). ‘ Bagian yang digunakan untuk herbal adalah daun dan buah tanaman jambu biji.

Buah, daun, dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin. ‘ Sedangkan, pada bunga pohon jambu biji tidak banyak mengandung tanin. Sementara itu, daun jambu biji banyak mengandung zat yang bermanfaat, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin, dan vitamin. . Kandungan buah jambu biji (per 100 gr) adalah kalori 49 kal, vitamin A 25 SI, vitamin B1 0,02 mg, vitamin C 87 mg, kalsium 14 mg, hidrat arang 12,2 gram, fosfor 28 mg, besi 1,1 mg, protein 0,9 mg, lemak 0,3 gram, serta air 86 gram.

Daun dan buah pohon jambu biji bermanfaat sebagai obat demam berdarah karena dapat meningkatkan trombosit darah. Selain itu, daunnya mengandung tanin yang bermanfaat sebagai antidiare. Ekstrak dari daun jambu biji dapat digunakan untuk mengatasi bakteri penyebab diare (Salmonella typhii dan Shigella dysentriae). Sedangkan, buah jambu biji digunakan sebagai minuman pendamping pada kasus demam berdarah dengue (DBD).

Tanaman herbal jambu biji mempunyai beberapa khasiat dan manfaat. Namun, apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi dalam penggunaannya, maka dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter ataupun herbalis yang berkompeten. Khasiat dan manfaat jambu biji adalah guna mengatasi beberapa gangguan berikut.

 

  1. Diabetes Melitus

Cuci satu buah jambu biji setengah masak memakai air yang mengalir. Kemudian, belah jambu biji menjadi empat bagian. Setelahnya, rebus menggunakan satu liter air sampai mendidih. Lalu, saring guna diambil airnya. Minum ramuan ini 2 kali sehari, yaitu saat pagi dan sore.

 

  1. Obat Luka Baru

Cuci 3 pucuk daun jambu biji memakai air yang mengalir. Kemudian, tumbuk sampai halus dan tempelkan pada bagian kulit yang terluka. Sebelum ditempelkan, bersihkan luka memakai air yang mengalir.

 

  1. Sakit Perut (Diare dan Mencret)

Cuci 5 lembar daun jambu biji dan 1 potong akar memakai air, Yang mengalir. Kemudian, rebus memakai air sebanyak 1,5 liter

sampai mendidih. Setelahnya, tunggu hingga dingin, lalu saring dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum 2 kali sehari, yaitu saat pagi dan sore.

 

  1. Mag

Cuci 8 lembar daun jambu biji yang masih segar memakai air yang mengalir. Kemudian, rebus memakai 1,5 liter air sampai mendidih. Setelah dingin, saring dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan ini 3 kali sehari, masing-masingnya satu gelas.

 

  1. Masuk Angin

Siapkan 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa. Cuci bahan tersebut memakai air yang mengalir. Kemudian, rebus semua bahan memakai 1 liter air sampai mendidih dan tambahkan garam secukupnya. Setelahnya, saring rebusan itu guna diambil airnya dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan 2 kali sehari.

 

  1. Beser (sering kencing)

Cuci 1 genggam daun jambu biji yang masih muda memakai air yang mengalir. Siapkan 3 sendok bubuk beras dan goreng tanpa minyak. Rebus kedua bahan tersebut menggunakan 2,5 gelas air sampai mendidih, hingga airnya tinggal 1 gelas. Setelah dingin. segera saring dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan tersebut setiap 3 jam sekali, per konsumsinya adalah 3 sendok makan.

 

  1. Sariawan

Cuci 1 genggam daun dan satu potong kulit jambu biji memakai air yang mengalir. Kemudian, rebus memakai air yang mengalir. Kemudian, rebus memakai 2 gelas air sampai

mendidih. Setelahnya, saring guna diambil airnya dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan tersebut 2 kali sehari.

 

  1. Sakit Kulit

Cuci 1 genggam daun jambu biji yang masih muda dan 7 kuntum bunga jambu biji menggunakan air yang mengalir. Setelahnya, tumbuk kedua bahan tersebut bersama-sama sampai halus. Setelah kedua bahan halus, tempelkan pada bagian kulit yang sakit, nyeri, atau bengkak.

 

8. Manfaat Cabe Jawa

Manfaat Temulawak

Manfaat Temulawak

6. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama lain koneng gede, temu labak, tommo, dan korbanga. Bagian yang digunakan untuk herbal adalah rimpang temulawak. Tumbuhan ini kaya akan kandungan kimia. Kandungan di dalam temulawak yang sudah. diketahui adalah minyak atsiri, xanthorizol, germaken, isofuranogermakren, trisiklin, turmerol, kurkumin, desmetoksokurkumin, zat tepung, kamfer, glikosida, dan 1-sikloisoprenmyrsen.

Dalam farmakologi Tiongkok dan pengobatan tradisional lain, disebutkan bahwa temulawak memiliki sifat antisembelit, acnevulgaris, antiinilamasi, antihepatotoksik, laktagoga, kolagoga, tonikum, diuretik, fungistatik, bakteriostatik, serta menghambat agregasi trombosit.

Tanaman herbal temulawak mempunyai beberapa khasiat dan manfaat. Namun, apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi dalarn penggunaannya, maka dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter ataupun herbalis yang berkompeten. Khasiat dan manfaat dari temulawak adalah guna mengatasi beberapa penyakit berikut.

 

  1. Hepatitis

Haluskan rimpang temulawak kering menggunakan mesin blender dan masukkan ke dalam cangkang kapsul ukuran 500 mg. Kemudian, minum kapsul 3 kali dalam sehari, per konsumsinya 2-3 kapsul.

 

  1. Nyeri Sendi dan Tulang (Arthritis dan RematiK)

Ambil beberapa potong temulawak kering, kemudian haluskan memakai mesin blender. Setelah tercampur menjadi serbuk, ambil 1 sendok makan serbuk temulawak, setelahnya seduh dengan air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan tersebut 2 kali sehari, yaitu saat pagi dan sore.

 

  1. Cholelitiasis (Batu Kandung Empedu) .

Haluskan rimpang temulawak kering memakai mesin blender. Setelahnya, masukkan ke dalam cangkang kapsul yang berukuran 500 mg. Kemudian, minum sehari 3 kali, per konsumsinya 2 kapsul.

 

  1. Sakit Mag

Cuci rimpang temulawak segar yang seukuran satu ruas jari memakai air yang mengalir. Kemudian, potong tipis-tipis dan rebus menggunakan 1,5 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, saring dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum 2 kali sehari, yaitu saat pagi dan sore.

 

  1. Cholesistitis (Radang Kandung Empedu)

Haluskan rimpang temulawak kering memakai mesin blender. Lalu, masukkan ke dalam cangkang kapsul yang berukuran 500 mg. Kemudian, minum sehari 3 kali, per konsumsinya satu kapsul.

 

  1. Premenstrual Syndrome ( PMS)

Cuci rimpang temulawak segar yang seukuran satu ruas jari memakai air yang mengalir. Lalu, potong tipis-tipis temulawak tersebut serta tambahkan dengan 3 biji asam jawa. Setelahnya, rebus menggunakan air sebanyak 2 gelas hingga mendidih. Setelah dingin, segera saring dan tambahkan 1 sendok madu. Minum ramuan dua kali sehari, yaitu saat pagi dan sore.

 

  1. Sariawan

Cuci rimpang temulawak yang seukuran satu ruas jari memakai air yang mengalir. Kemudian, potong-potong rimpang tersebut serta tambahkan 3 biji buah asam dan 1 sendok makan gula aren. Setelah itu, rebus menggunakan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Setelah ramuan dingin, segera saring dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan tersebut 2 kali sehari, masing-masingnya 1 gelas.

 

  1. Sembelit

Cuci rimpang temulawak yang seukuran satu ruas jari memakai air yang mengalir. Kemudian, masukkan rimpang temulawak dan setengah gelas air matang ke dalam blender. Setelah halus, peras menggunakan penyaring. Dan, minum airnya 2 kali dalam sehari, yaitu saat pagi dan sore.

 

  1. Memperlancar ASI

Haluskan rimpang temulawak kering memakai mesin blender Setelahnya, masukkan ke dalam cangkang kapsul yang berukuran 500 mg. Kemudian, minum kapsul 3 kali dalam sehari, per konsumsinya 1 kapsul.

 

7.  Jambu Biji

Manfaat Jati Belanda

Manfaat Jati Belanda

5. Jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk)

dikenal dengan nama jati londo atau jati sabrang. Bagian yang digunakan untuk herbal adalah daun, buah, biji, dan kulit dalamnya. Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia. Kandungan yang telah diketahui pada jati belanda adalah kulitnya mengandung asam damar dan zat samak serta daun, buah, dan bijinya mengandung zat pahit, glikose, minyak lemak, triterpen atau sterol, alkaloid, karotenoid, flafonoid, tanin, karbohidrat, dan saponin.

Sedangkan, efek farmakologis pada jati belanda adalah bijinya bisa digunakan untuk menghentikan diare, pelangsing badan, perut kembung, sakit perut, dan lainnya; kulit dalarn jati belanda bisa digunakan untuk astringen, diaforetik, serta elephantiasis; sedangkan, buahnya bisa untuk mengobati batuk, diare, sebagai sedapan, melarutkan lendir atau obat batuk berdahak, dan perut kembung; serta daunnya digunakan untuk pelangsing tubuh.

Tanaman herbal jati belanda mempunyai beberapa khasiat dan manfaat. Namun, apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi dalam penggunaannya, maka dapat berkonsultasi dengan dokter ataupun herbalis yang berkompeten. Khasiat dan manfaat herbal jati belanda adalah guna mengatasi beberapa gangguan berikut.

 

  1. Sembelit (Konstipasi)

Seduh satu sendok makan daun jati belanda kering dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin, tambahkan satu sendok makan madu, kemudian minum 2 kali sehari.

 

  1. Menurunkan Berat Badan

Cuci daun jati belanda sebanyak 7 lembar dan sepotong rimpang bengle yang telah dipotong-potong menggunakan air yang mengalir. Rebus semua bahan menggunakan 1,5 gelas air sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan satu sendok makan madu. Minum 2 kali dalam sehari, masing-masingnya setengah gelas.

 

  1. Batuk

Makan buah tanaman jati belanda yang telah berwarna hitam secukupnya tiap pagi dan sore.

 

6. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

Manfaat  Jahe merah

Manfaat Jahe merah

4. Jahe merah (Zingiber offcinale)

termasuk ke dalam spesies jahe dan dikenal dengan nama halia barah, hah’a udang, atau jahe sunti. Bagian dari jahe merah yang digunakan untuk herbal adalah rimpangnya.

Jahe merah kaya dengan berbagai kandungan kimia, yang telah diketahui adalah gingerol dan minyak terbang, limonene, 10-dehydrogingerdione, 6-gingerdione, alpha-linolenic acid, arginine, asparic, betha-sitosterol, caprilic-acid, capsaicin, chorogenic acid, farnesal, farnese, serta farnesol.

Jahe merah bersifat pedas, merangsang selaput lendir perut besar dan usus, serta mengurangi rasa sakit. Selain itu, jahe merah bisa memperkuat khasiat obat lain yang dicampurkan. Efek dari zat aktif yang terdapat pada jahe merah adalah menghambat jamur Candida albicans, obat flu, mengatasi ejakulasi dini, perangsang aktivitas saraf pusat, merangsang ereksi, merangsang keluarnya keringat, penekan prostaglandin, merangsang keluarnya ASI, penghambat enzim siklo oksigense, merangsang kekebalan tubuh, merangsang produksi getah bening, mencegah kemandulan, memperkuat daya tahan sperma, merangsang hormon androgen, menghambat hormon estrogen, merangsang regenerasi sel, serta banyak manfaat lainnya lagi.

Tanaman herbal jahe merah mempunyai beberapa khasiat dan manfaat. Namun, apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi dalam penggunaannya, maka dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter ataupun herbalis yang berkompeten. Khasiat dan manfaat dari herbal jahe merah adalah guna mengatasi beberapa penyakit berikut.

 

  1. Batuk

 

Bersihkan dan cuci rimpang jahe merah segar yang seukuran setengah ruas jari memakai air yang mengalir, lalu parut. Tambahkan setengah gelas air, aduk merata, kemudian peras dengan penyaring. Setelahnya, tambahkan 1 sendok makan madu dan minum 2 kali dalam sehari, masing-masingnya seperempat gelas.

 

  1. Luka Lecet

 

Bersihkan luka lecet menggunakan air yang mengalir, kemudian keringkan dengan handuk bersih dan kering. Setelahnya, ambil rimpang jahe merah secukupnya dan tumbuk hingga halus. Dan, tempelkan ramuan tersebut pada luka sebagai antiseptik.

 

  1. Obat Kuat

 

Bersihkan jahe merah yang seukuran satu ruas jari memakai air yang mengalir, kemudian iris tipis-tipis dan rebus sampai mendidih menggunakan air sebanyak 2 gelas. Setelah airnya tersisa 1 gelas, segera angkat. Setelah hangat, tambahkan 1 butir kuning

telur dan 1 sendok makan madu. Minum 1 atau 2 jam sebelum berhubungan intim.

 

  1. Gatal-Gatal

 

Bersihkan bagian kulit yang gatal, kemudian ambil rimpang jahe merah secukupnya dan tumbuk hingga halus. Setelahnya tempe an pada luka sebagai antiseptik dan antialergi

 

 

Bersihkan bagian kulit yang terkena gigitan ular. Tumbuk rimpang jahe merah sampai halus dan tambahkan sedikit garam. Setelahnya, kompreskan pada daerah yang terkena gigitan ular dan segera ke pusat pelayanan kesehatan guna mendapatkan obat penawar bisa ular.

5. Jati Belanja

Manfaat Kunyit

Manfaat Kunyit

3. Kunyit (Curcuma longa Linn)

termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini juga dikenal dengan nama kunyir, koneng temen, kunir, cahang, hunik, kunyik, atau kurlai. Sedangkan, nama asingnya adalah tumeric.

Umumnya, bagian kunyit yang digunakan untuk herbal adalah rimpangnya. Tumbuhan ini sangat kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain azadirachtin, minyak gliserida, asetat-keton, dan zat lainnya. Dalam farmakologi Tiongkok dan pengobatan tradisional lain, disebutkan bahwa tanaman ini memiliki rasa pahit (kecuali daging buahnya), netral, antidiabetes, antidiare, antipiretik dan antibilious, serta merangsang dan mengaktifkan kelenjar-kelenjar.

Tanaman herbal kunyit mempunyai beberapa khasiat dan manfaat. Namun, apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi dalam penggunaannya, maka dapat berkonsultasi dengan dokter ataupun herbalis yang berkompeten. Khasiat dan manfaat herbal kunyit antara lain sebagai berikut.

 

  1. Premenstrual Syndrome (PMS)

Sediakan rimpang kunyit dan daun sri gading sekitar 15 gram, biji pala dan kapulaga kurang lebih 10 gram, serta ketumbar, jintan hitam, dan cengkih sebanyak 15 gram. Setelahnya, cuci memakai air yang mengalir, kemudian potong-potong bahan tersebut seperlunya. Kemudian, rebus bahan yang sudah dipotong menggunakan air sebanyak tiga gelas hingga mendidih (sampai airnya tersisa 1 gelas). Setelah dingin, segera saring. Bagi ramuan tersebut untuk tiga kali minum dalam sehari.

 

  1. Eksem

Cuci rimpang kunyit yang tua (sebesar ibu jari) memakai air yang mengalir, setelahnya parut. Kemudian, tambahkan satu sendok teh air kapur sirih dan perasan 1 buah jeruk nipis, aduk sampai merata. Lalu, oleskan pada bagian tubuh yang sakit.

 

  1. Demam

Cuci rimpang kunyit yang segar (20 gram) memakai air yang mengalir, setelahnya parut. Kemudian, tambahkan 1 gelas air matang dan aduk hingga merata. Setelah itu, peras dengan penyaring. Tambahkan 1 sendok makan madu pada air hasil perasan tersebut. Selanjutnya, minum 2 kali sehari, masing masingnya setengah gelas.

 

  1. Dispepsia

Bersihkan rimpang kunyit yang segar (50 gram), setelahnya cuci memakai air yang mengalir. Kemudian, parut rimpang kunyit tersebut. Setelah selesai, tambahkan 1 gelas air, lalu aduk merata. Setelahnya, peras dengan penyaring dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan tersebut 2 kali dalam sehari, masing-masingnya setengah gelas.

 

  1. Keputihan

Kupas dan cuci rimpang kunyit sebesar ibu jari yang cukup tua memakai air yang mengalir, kemudian parut. Tambahkan setengah gelas larutan air asam dan gula jawa, lalu aduk hingga rata. Peras dengan penyaring, selanjutnya minum 1 kali sehari.

 

  1. Cacar Air

Ambil segenggam daun asam dan sepotong kunyit, setelahnya cuci menggunakan air yang mengalir. Lalu, giling halus hingga menjadi adonan seperti bubur. Setelah itu, oleskan ke bagian tubuh yang terkena cacar air.

 

  1. Hepatitis

Cuci rimpang kunyit yang berukuran setengah jari memakai air yang mengalir, kemudian parut. Tambahkan 3 sendok makan air dan 1 sendok makan madu. Setelahnya, peras dengan penyaring dan minum 2 kali sehari.

 

  1. Tekanan Darah Tinggi

Cuci rimpang kunyit yang seukuran satu ruas jari menggunakan air yang mengalir dan parut. Lalu, tambahkan setengah gelas air serta 1 sendok makan madu dan aduk hingga merata. Peras dengan penyaring, kemudian minum 2 kali sehari.

 

  1. Radang Amandel

Cuci setengah jari kunyit menggunakan air yang mengalir, kemudian parut dan tambahkan 4 sendok makan air. Setelahnya, aduk sampai merata dan peras. Tambahkan 1 butir kuning telur ayam pada air perasannya. Kocok adonan tersebut hingga merata, setelahnya minum 2 kali sehari.

 

  1. Radang Gusi

Cuci tiga potong gambir dan kunyit yang seukuran setengah jari memakai air yang mengalir, kemudian iris tipis-tipis. Selanjutnya, rebus menggunakan air sebanyak 2 gelas sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, gunakan sebagai obat kumur dan pakai 3 kali sehari.

 

4. Jahe Merah Selengkapnya

Manfaat Sambiloto

Manfaat Sambiloto

2. Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) termasuk tumbuhan yang masuk ke dalam keluarga Acanthaceae. Nama lain dari tumbuhan ini adalah ki oray, ki peurat, dan takilo (Sunda) ; bidara, sadilata, sambilata, dan takila (Jawa), serta pepaitan (Sumatra). Sedangkan, nama asing sambiloto adalah quasabhuva (Arab), green chirayta, creat, king of bitters, andrographis, india echinacea (Inggris), hempedu bumi (Malaysia), serta chuan xin lian (Tiongkok).

Efek farmakologi dari tumbuhan ini diperoleh dari seluruh bagian tanamannya. Sambiloto mengandung laktone, flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, dan natrium), asam kersik, serta damar. Herba ini rasanya pahit dan dingin. Khasiat dari tumbuhan tersebut adalah sering digunakan untuk mengobati

infeksi, menurunkan demam, serta menghambat pertumbuhan trofosit plasenta.

Tanaman herbal sambiloto mempunyai beberapa khasiat dan manfaat, namun apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi, maka dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter ataupun herbalis yang berkompeten. Khasiat dan manfaat herbal sambiloto adalah sebagai berikut.

 

  1. Disentri atau Diare

Cuci daun sambiloto kering (sekitar 10 gram) menggunakan air yang mengalir.             Kemudian, rebus memakai 3 gelas air sampai mendidih. Setelah dingin, tambahkan 1             sendok makan madu. Minum ramuan dua kali sehari.

 

  1. Tifus

Cuci 10 lembar daun sambiloto segar menggunakan air yang mengalir. Setelahnya, rebus             memakai air sebanyak 3 gelas sampai mendidih. Setelah dingin, tambahkan 1 sendok makan             madu. Setelahnya, minum ramuan.

 

  1. Radang Saluran Napas dan Radang Paru

Cuci daun sambiloto kering (sekitar 9 gram) memakai air yang mengalir. Kemudian,             rebus menggunakan air sebanyak 3 gelas sampai mendidih. Setelah dingin, tambahkan 1             sendok makan madu. Minum ramuan ini dua kali sehari.

 

  1. Batuk Rejan

Cuci daun sambiloto kering sebanyak 3 lembar memakai air yang mengalir. Setelahnya,             seduh menggunakan air panas. Setelah dingin, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum             seduhan 2 kali sehari.

 

  1. TBC Paru

Giling daun sambiloto kering atau blender menjadi bubuk. Kemudian, masukkan ke             dalam cangkang kapsul ukuran 500 mg. Minum tiga kali sehari, masing-masing         konsumsinya dua kapsul.

 

  1. Darah Tinggi

Cuci daun sambiloto kering sebanyak 6 lembar memakai air yang mengalir. Kemudian,             seduh menggunakan air panas. Setelah dingin, tambahkan 1 sendok makan madu.    Kemudian, minum 2 kali sehari.

 

  1. Sariawan

Cucibubukdaunsambilotokering(kira-kiraSgram) menggunakan air yang mengalir.             Kemudian, seduh menggunakan 1 gelas air panas. Setelahnya, gunakan sebagai obat kumur.             Lakukan 3 kali sehari.

 

  1. Infeksi Telinga Tengah

Cuci daun sambiloto segar (sekitar 10 gram) memakai air yang mengalir. Kemudian,             rebus menggunakan air 1 gelas sampai mendidih. Kemudian, diamkan sampai dingin. Dan,             gunakan ramuan ini untuk membersihkan atau menetesi telinga luar yang sakit.

 

  1. Kencing Manis

Cuci setengah genggam daun sambiloto kering memakai air yang mengalir.                            Kemudian, rebus menggunakan air sebanyak 3 gelas serta tambah 1 ruas jari brotowali dan             setengah genggam daun kumis kucing. Rebus sampai airnya tersisa 2 1/4 gelas. Setelah             dingin, tambahkan 1 sendok makan madu dan minum 2 kali sehari.

3. Kunyit (Curcuma longa Linn) selengkapnya

Tanaman Obat Asli Indonesia | Daun Salam

Tanaman Obat Asli Indonesia | Daun Salam

1. Salam

Salam (Syzygium polyanthum) termasuk ke dalam famili tumbuhan Myrtaceae. Di daerah lain, tanaman ini memiliki nama meselangan, ubar serai, gowok, manting, atau kastolam. Efek farmakologi pada salam diperoleh dari penggunaan daun, kulit batang, buah, dan akarnya. Tumbuhan ini kaya akan kandungan kimia. Dalam farmakologi Tiongkok dan pengobatan tradisional lainnya, disebutkan bahwa tanaman ini berdaun wangi dan bisa memperbaiki sirkulasi tubuh.

Jamu atau ramuan tradisional adalah resep yang khasiatnya digunakan secara turun-temurun. Dosis, keamanan, serta takaran jamu atau ramuan tradisional beltim mempunyai standar yang baku, pemanfaatannya hanya berdasarkan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun. Tanaman herbal salam mempunyai beberapa khasiat dan manfaat. Namun, apabila mempunyai alergi maupun kontraindikasi dalam penggunaannya, maka dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter ataupun herbalis yang berkompeten. Berikut adalah khasiat dan manfaat dari herbal salam.

 

  1. Kencing Manis

Caranya adalah cuci 7 daun salam menggunakan air yang mengalir. Setelahnya, rebus             memakai 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, segera saring dan tambahkan 1             sendok makan madu. Minum ramuan ini 2 kali sehari.

 

  1. Diare

Cuci daun salam (kira-kira 15 gram), lalu rebus menggunakan 1 gelas air selama 15 menit dan tambahkan sedikit garam. Setelah dingin, segera saring dan minum sekaligus.     Cara lainnya adalah gunakan potongan kulit batangnya yang kering. Selanjutnya, seduh    potongan tersebut, setelahnya minum sebagai teh.

 

  1. Kudis dan gatal

Cuci daun, kulit batang, atau akar menggunakan air mengalir. Kemudian, giling halus             sampai menjadi adonan seperti bubur. Setelah selesai, balurkan di tempat yang sakit.

 

  1. Sakit Mag

Cuci daun salam sebanyak 15 lembar menggunakan air yang mengalir. Kemudian, rebus             dengan setengah liter air sampai mendidih dan tambahkan gula merah secukupnya. Minum 2             kali sehari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.

 

2. Sambiloto Selengkapnya

9 Jenis Herbal Unggulan Nasional Indonesia

9 Jenis Herbal Unggulan Nasional Indonesia

9 Jenis Herbal Unggulan Nasional Indonesia

Menurut BPOM Depkes RI, terdapat 9 jenis tanaman obat yang menjadi unggulan Indonesia. 9 bahan tersebut terus dikembangkan menjadi produk obat bahan alam ke arah fitofarmaka dengan terus melakukan serangkaian penelitian, mulai budidaya sampai uji klinik (Aspan, 2004). Obat bahan alam yang telah dibuktikan khasiat dan keamanannya berdasarkan uji klinik adalah yang sejajar dengan obat modern. Kesembilan tumbuhan obat unggulan tersebut adalah:

  • Salam (Eugenia polyantha), bagian daunnya berkhasiat guna mengatasi antihipertensi, imunomodulator, dan diabetes.
  • Sambiloto (Andrographis paniculata), yang berkhasiat guna mengatasi diabetes, antiinflamasi, antihipertensi, dan antimikroba.
  • Kunyit (C urcuma domestica), bagian rimpangnya berkhasiat guna menurunkan hepatoprotector, antiinflamasi, dan dispepsia (gangguan pencernaan).
  • Temulawak (C urcuma xan thorriza), bagian rimpangnya berkhasiat guna mengatasi hepatoprotector, antiinflamasi, dan dispepsia (gangguan pencernaan).
  • Jati belanda (Guazuma ulmifolia), bagian daunnya berkhasiat guna menurunkan kolesterol dan mengatasi diabetes.
  • Cabe jawa (Piper retrofractum), buahnya berkhasiat guna mengatasi androgenik dan anabolik.
  • Mengkudu atau pace (Morinda citrifolia), bagian buahnya yang sudah masak berkhasiat guna mengatasi antihipertensi, imunomodulator, dan diabetes. ‘
  • Jambu biji (Psidium guajava), bagian daunnya berguna untuk mengobati demam berdarah.
  • Jahe merah (Zingiber of/icinale), bagian rimpangnya berkhasiat guna mengatasi antiinflamasi, analgesik, dan rematik.

Berikut adalah uraian penyajian tentang pemanfaatan 9 jenis tanaman unggulan nasional Indonesia yang telah melewati uji penelitian atau sampai tahan uii klinis. antara lain sebagai berikut.

Selengkapnya >>>>