Resep Herbal Ampuh atasi Anemia

Anemia adalah keadaan tubuh di mana sel darah merahnya rendah serta kadar hemoglobin dan hematokritnya sedikit. Anemia bukan penyakit, melainkan gangguan pada fungsi tubuh. Secara fisiologis, anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin guna mengangkut oksigen ke jaringan. Penyebab dari anemia adalah hemolisis (eritrosit mudah pecah), pendarahan, penekanan sumsum tulang (misalnya oleh kanker), serta mengalami defisien nutrisi (yang meliputi defisien besi, folic acid, piridoksin, Vitamin C, dan copper).

Tanda dan gejala dari anemia adalah Sering merasa lemah, letih, lesu, dan lelah; sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang; serta gejala lanjutnya berupa kelopak mata, bibir, lidah, kulit, dan telapak tangan menjadi pucat. Berikut adalah resep jus berbahan herbal dan ramuan tradisional guna mengatasi anemia.

1. Nutrisi Herbal; Jus Daun Katuk Belimbing

Bahan:

  • 1 genggam daun katuk
  • 1 buah belimbing
  • 2 buah tomat
  • Air matang secukupnya

 

Cara membuat:

  • Cuci tangan sebelum melakukan tindakan.
  • Siapkan bahan dan cuci menggunakan air yang mengalir.
  • Potong-potong belimbing, tomat, dan daun katuk, kemudian masukkan ke dalam blender.
  • Tambahkan air matang secukupnya.
  • Hidupkan mesin blender, lalu giling semua bahan hingga lembut dan tercampur merata.
  • Matikan mesin blender dan tuangkan ke dalam gelas. Dan, sajian siap dihidangkan.
  • Cuci tangan setelah melakukan tindakan.

2. Ramuan Herbal

Bahan:

  • Bunga rosela 5 kuntum

 

Cara membuat:

  • Cuci tangan sebelum melakukan tindakan.
  • Siapkan bahan dan cuci menggunakan air yang mengalir.
  • Masukkan bunga rosela ke dalam gelas.
  • Tuangkan air panas ke dalam gelas, lalu tutup dan diamkan selama beberapa menit.
  • Setelah seduhan dingin, segera saring.
  • Seduhan diminum 2 kali sehari, masing-masingnya 1 gelas.
  • Cuci tangan setelah selesai melakukan tindakan.

 

Prosedur pembuatan nutrisi dan ramuan herbal tersebut bukanlah suatu prosedur yang baku, namun cara penyajian dan pengolahannya dapat dimodifikasi. Ketika ingin memodifikasi penyajian dan pembuatan ramuan herbal tersebut, terapis harus mengetahui efek farmakognosi tanaman, yaitu mengenali sifat dan ciri tanaman serta khasiatnya bagi tubuh. Efek sinergis dapat dirasakan apabila penyampuran ramuan tersebut menggunakan kaidah farmakognosi serta pengetahuan pembuatan obat herbal yang baik dan benar. Efek negatif akan terjadi ketika salah memilih, mencampur, serta mengolah bahan obat tradisional. Terapis dapat menambahkan pemanis tambahan, seperti gula merah ataupun madu guna menawarkan rasa pahit ketika meminum ramuan. Penambahan madu ataupun pemanis lainnya dapat memberikan khasiat yang baik bagi kesehatan karena kaya kandungan antioksidan serta energi.

Sebelum mulai menggunakan obat herbal, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter, utamanya yang masih dalam masa pengobatan dokter. Terapi nutrisi herbal relatif aman dan menyehatkan apabila memenuhi kaidah kebenaran bahan herbal, ketepatan dosis konsumsi, ketepatan waktu konsumsi, ketepatan cara konsumsi, ketepatan telaah informasi, tanpa penyalahgunaan, serta ketepatan pemilihan bahan herbal guna indikasi tertentu.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *