Sejarah dan Perkembangan Pengobatan Herbal di Indonesia

Menurut Sukandar (2006), penggunaan bahan alam sebagai obat herbal di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu. Dan hal tersebut terbukti pada beberapa naskah lama, misalnya pada Serat Husodo (Jawa), Usada (Bali), Lontarak Pabbura (Sulawesi Selatan), Serat Primbon Jampi, Serat Racikan Boreh Wulang Dalem,atau pada relief Candi Borobudur.

Indonesia sangat kaya dengan berbagai spesies flora, sebanyak 40.000 jenis flora yang tumbuh di dunia, 30.000 di antaranya tumbuh di indonesia. Sekitar 26% flora di Indoensia telah dibudidayakan dan sisanya masih tumbuh secara liar di hutan-hutan. Indonesia memiliki sekitar 17% jumlah spesies yang ada di dunia. Hutan tropis yang merupakan sumber daya alam yang tak ternilai harganya. Indonesia dikenal sebagai gudang tumbuhan obat (herbal), sehingga mendapat sebutan live laboratory (Litbang Depkes, 2009).

Dalam dekade terakhir ini, pemakaian obat cenderung meningkat, sejalan dengan berkembang nya industri jamu atau obat tradisional, farmasi, kosmetik, serta makanan dan minuman. Biasanya, tanaman obat yang di pergunakan berbentuk simplisia (bahan yang telah dikeringkan dan belum mengalami pengolahan apapun). Simplisia tersebut berasal dari akar, daun, bunga, biji, buah, terna, dan kulit batang. Pemanfaatan tanaman obat di negeri ini akan terus meningkat menigkat kuatnya tradisi mengonsumsi jamu.

Jamu adalah bran obat tradisional asli indonesia yang dapat menjadi salah satu produk unggulan (ikon) guna meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional. Jamu merupakan obat tradisional yang sering di sajikan secara tradisional, misalnya dalam bentu seduhan, rajangan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bagian tanaman yang menjadi penyusun jamu. Sebagian besar, obat tradisional yang terdaftar di BPOM RI adalah kelompok jamu, dimana pembuktian dan keamanannya dioercaya secara turun-temurun.

Penggunaan produk herbal dalam bentuk jamu guna merawat kesehatan maupun kecantikan telah diakui oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Sebenarnya, konsep jamu diambil dari hubungan harmoni antara manusia dengan lingkungan alam, sehingga menghasilkan konsep yang unik dalam kaitannya terhadap pemeliharaan kesehatan dan kecantikan yang selaras dengan siklus hidup manusia. Menurut Kintoko (2006), prospek pengembangan tanaman obat sangat cerah karena terdapat beberapa faktor pendukung berikut:

  1. Tersedianya sumber daya kekayaan alam Indonesia dengan kanekaragaman hayati terbesar ketiga di dunia;
  2. Sejarah pengobatan tradisional yang telah dikenal oleh nenek moyang dan diwariskan secara turun-menurun, sehingga menjadi warisan budaya bangsa;
  3. Isu global back to nature yang mengakibatkan meningkatnya produk herbal di pasar, termasuk Indonesia;
  4. Krisis moneter, sehingga menyebapkan pengobatan tradisional menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat; serta
  5. Kebijakan pemerintah yang menunjukkan perhatian dan dukungan bagi pengembang tumbuhan obat.

Penelitian tanaman obat terus dilakukan oleh kalangan akademisi di Indonesia maupun di ksejahteraan umat manusia. Menurut Santoso (1993), beberapa jenis tanaman herbal di indonesia yang telah di teliti dapat disajikan dalam tabel berikut:

 

Jenis Tanaman

 

 

Bagian Tanaman

 

 

Khasiat

 

Temulawak (curcuma canthorriza) Umbi Hepatitis dan rematik
Kunyit (curcuma domestica) Umbi Hepatitis, rematik, dan antiseptik
Bawang putih (allium sativum) Umbi Kandidiasis dan hiperlipidemia
Jati belanda (guazuma ulmifolia) Daun Hiperlipidemia
Handeuleum/daun unggu (gratophyllum pictum) Daun Hemoroid
Tempuyung (sonchus arvensis) Daun Nefrolitiasi dan diuretik
Kejibeling (strobilanthes crispus) Daun Nefrolitiasi dan diuretik
Labu merah (cucurbita moschata) Biji Teaniasis

 

Katuk (sauropus androgynus) Daun Meningkatkan produksi ASI
Kumis Kucing (Orthosphon stamineus) Daun Diuretik
Seledri (Apium graveolens) Seluruh daun Hipertensi
Pare (Momordica charantia) Buah dan biji Diabetes
Jambu biji/klutuk (Pssidium guajava) Daun Diare
Sirih (Piper betle) Daun Antiseptik
Saga telik (Abrus precantorus) Daun Stomatitis aftosa
Sembung (Blumea balsmaifera) Daun Analgesik dan antipiretik
Benalu teh (Loranthus spec) Batang Antikanker
Pepaya (Carica papaya) Getah, daun, dan biji Sumber papain, antimalaria dan kontrasepsi pria
Bratawali (Tinospora rumphii) Batang Antimalaria dan diabetes
Pegagan (Centella asiatica) Daun Diuretik, antiseptik, antikelod dan hipertensi
Legundi (Legundi trifolia) Daun Antiseptik

 

Tabel tersebut hanya memaparkan sebagian kecil dari tumbuhan di Indonesia. Kekayaan hayati di Indonesia sangat melimpah, baik di darat maupun di laut. Diperkirakan, di kawasan hutan hujan tropis Indonesia terdapat sekitar 30.000 spesies tanaman, jumlah tersebut jauh melebihi potensi daerah-daerah tropis lainnya, termasuk Amerika Selatan dan Afrika Barat. Dari spesies tanaman yang ada, lebih dari 8.000 spesies merupakan tanaman yang mempunyai khasiat obat dan baru sekitar 800-1.200 spesies yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat guna dijadikan obat tradisional (herbal) atau jamu (Litbang Depkes, 2009).

Editor : Didin

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *