Prosedur Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit

Prosedur Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit

Agar kesehatan bisa “dinikmati” oleh semua kalangan, caranya adalah mengembangkan potensi sumber daya manusianya. Diharapkan, maksud dan tujuan dari pengembangan potensi tersebut mampu menjadi upaya yang preventif, kuratif, rehabilitatif, serta resosiatif. Pemanfaatan herbal dalam pembahasan ini meliputi pemanfaatan dan pengolahan tanaman obat keluarga (TOGA) menggunakan cara tradisional serta pemanfaatan nutrisi bahan pangan alami sebagai upaya pencegahan dan penyembuhan penyakit.

Menurut tanaman-obat.com, tanaman memiliki ciri dan karakteristik ‘yang berbeda-beda. Guna mengidentifikasi sifat dan ciri khas masing-masing tanaman tersebut, maka harus mengetahui farmakognosi tanaman herbal yang akan digunakan sebagai obat. Di dalam ilmu kesehatan tradisional Tiongkok, dikenal 4 macam sifat dan 5 macam cita rasa tumbuhan obat, yang merupakan bagian dari metode pengobatan tradisional Timur. Adapun keempat macam sifat tumbuhan obat itu adalah dingin, panas, hangat, dan sejuk. Tumbuhan obat yang sifatnya panas dan hangat digunakan untuk pengobatan sindrom dingin, seperti pasien yang takut dingin, tangan dan kaki terasa dingin, lidah pucat, atau denyut nadi lambat.

Sedangkan, tumbuhan obat yang bersifat dingin dan sejuk digunakan untuk pengobatan sindrom panas, seperti demam, rasa haus, warna kencing kuning tua, lidah merah, atau denyut nadi cepat.

Masih menurut tanaman-obat.com, lima macam cita rasa dari tumbuhan obat adalah pedas, manis, asam, pahit, dan asin. Cita rasa ini digunakan untuk tujuan tertentu. Selain berhubungan dengan organ tubuh, rasa juga mempunyai khasiat serta kegunaan tersendiri. Misalnya, rasa pedas mempunyai sifat menyebar dan merangsang serta manis berkhasiat tonik dan menyejukkan. Sedangkan, rasa asam berkhasiat mengawetkan serta pahit dapat menghilangkan panas dan lembab. Sementara itu, rasa asin bersifat melunakkan dan sebagai pencahar. Kadang-kadang, ada juga yang menambahkan cita rasa yang keenam, yaitu netral atau tawar, yang berkhasiat sebagai diuretik (peluruh kencing).

Dalam pembahasan ini, terapi herbal yang akan diberikan kepada individu atau keluarga sebagai sarana pencegahan dan pengobatan penyakit adalah meliputi identifikasi masalah kesehatan, menjelaskan penyebab penyakit, mengenali tanda dan gejala yang dirasakan, serta menjelaskan pencegahan dan pengobatan penyakit.

Resep Nutrisi dan Ramuan Herbal

Dalam pembuatan resep herbal buah, sayur dan tanaman herbal yang digunakan akan dihaluskan menggunakan mesin blender dan dikombinasikan dengan merebus bahan herbal menjadi ramuan obat tradisional, sehingga dihasilkan sari herbal yang berkhasiat, menyegarkan, serta menyehatkan. Terapi buah, sayur, dan tanaman obat berfungsi untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit. Tentunya, di sini, aspek keamanan bagi individu pemakainya sangat diperhatikan, sesuai dengan masalah kesehatan masing-masing.

Terapi buah, sayur, dan tanaman obat keluarga bertujuan untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit. Terapi ini aman bagi klien karena disesuaikan dengan masalah kesehatan masing-masing. Jika terapis merasa perlu berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi, maka hal tersebut sangat dianjurkan.

Bila tidak tersedia petunjuk pemakaian ramuan herbal, seringnya obat diminum sebelum makan. Biasanya, obat berkhasiat tonik diminum sewaktu perut kosong dan obat berkhasiat ‘sedatif diminum sewaktu ingin tidur. Pada penyakit kronis,  obat yang dianjurkan diminum dikonsumsi sesuai jadwal atau secara teratur. Berikut adalah contoh dari penggunaan resep herbal perpaduan antara terapi nutrisi herbal (jus) dan resep ramuan herbal (jamu) guna mengatasi berbagai penyakit.

Baca juga : Resep Obat Herbal Berbagai Penyakit-Diabetes